Facebook Badge

Kamis, 31 Maret 2011

JEPANG MENYERAH, 4 REAKTOR NUKLIR DIABAIKAN DI NONAKTIFKAN!

Jepang Menyerah, 4 Reaktor Nuklir Akhirnya Diabaikan Dan Dinonaktifkan - Pemerintah Jepang dan Tokyo Electronic Power Co (Tepco) mengatakan bahwa krisis di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi sudah tidak bisa ditanggulangi lagi. Untuk itu, empat reaktor di PLTN tersebut akan segera dinonaktifkan dan diabaikan.
Seperti dikutip dari laman The Guardian, Kamis, 31 Maret 2011, Direktur Tepco, Tsunehira Katsumata, mengatakan bahwa empat reaktor nuklir yang bermasalah di PLTN tersebut akan diabaikan karena usaha yang mereka lakukan tidak juga membuahkan hasil.

Jika tetap dilanjutkan, usaha akan memakan waktu hingga berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan, dengan tidak adanya kepastian situasi akan kembali normal. Katsumata mengatakan bahwa tidak ada pilihan lain selain mengabaikan dan menonaktifkan reaktor unit satu sampai empat di PLTN tersebut.

Penonaktifan dan pengabaian akan dilakukan pada empat unit reaktor, namun reaktor unit lima dan enam tetap akan beroperasi. Kedua reaktor yang terletak terpisah dari empat unit reaktor lainnya tersebut dilaporkan tidak mengalami kerusakan, karena tidak beroperasi saat gempa bumi dan tsunami terjadi 11 Maret lalu.

Namun, niatan untuk mempertahankan dua reaktor ini ditentang oleh pemerintah. Juru bicara pemerintah Yukio Edano, mengatakan bahwa semua reaktor di PLTN yang telah berusia 40 tahun itu akan dinonaktifkan. "Keputusan ini sangat jelas, melihat situasi yang berkembang saat ini," ujar Edano.

Belum dipastikan kapan penonaktifan ini akan dilakukan oleh pemerintah maupun oleh Tepco.

Keputusan penonaktifan diambil di tengah situasi yang semakin memburuk di PLTN tersebut. Badan Energi Atom Internasional (IAEA) melaporkan adanya perluasan cakupan radiasi hingga sejauh 40 kilometer. IAEA juga melihat adanya peningkatan tingkat radiasi pada air laut di sekitar PLTN.

Badan Keamanan Nuklir dan Industri Jepang (NISA) mengatakan per Kamis ini, tingkat radioaktif di laut sekitar PLTN mencapai 4.385 kali lebih tinggi dari pada batas normal. Angka ini meningkat setelah sebelumnya pada Rabu radioaktif terdeteksi 3.355 kali lipat lebih tinggi dari batas normal

Cara Mengganti DNS Number Di Window 7!


1.Buka Control Panel
2.Klik Network nsahring center
3.Klik local area connecttions
4.klik propertis
5.Pilih IPV4
6.Ganti DNSnya
ex : preffered DNS Server : 208.067.222.222
Alternate DNS Server : 208.067.220.220

Googling aja dns-nya.. Banyak kok!
Cara Ini Bisa Digunakan Juga Dengan Windows XP

Jumat, 18 Maret 2011

NATIVE MALANG


NATIVE adalah band indie asal Malang yang terbentuk pada bulan Mei 2010. berawal dari kesamaan visi dalam bermusik,kami berlima sepakat untuk mendirikan NATIVE.
Kesamaan tempat asal kami tinggal menjadi ide untuk memberi nama NATIVE yang berarti "Penduduk asli". NATIVE sendiri memilkili aliran alternative rock , dimana NATIVE mempunyai sub-aliran yang bervariasi.
Semoga NATIVE bisa diterima oleh khalayak pecinta musik dimanapun..
Maju terus teman2 indie se-Indonesia!

Influences : Saosin , Cokelat

Download Lagu:
http://www.mediafire.com/file/503beib7bmx7ulb/Native%20-%20Finding%20Disgust.mp3


Online On :

Kamis, 17 Maret 2011

[No Hoax] Bencana dijepang bukan bencana alam, melainkan ulah USA!!

foto atas : HAARP Machine milik Amerika




Di awal tahun 1998 sebuah projek yang bernama HAARP (High Frequency Active Auroral Research Program) dicurigai tengah mengembangkan sebuah senjata pamungkas berdasarkan konsep-konsep "mesin gempa bumi" Nikola Tesla. Projek ini menurut sebagian kalangan bertanggungjawab terhadap beberapa peristiwa gempa besar, seperti gempa bumi 7,8 skala Richter (SR) di Sichuan China 12 Mei 2008, gempa bumi 7,0 SR di Haiti 12 Januari 2010, gempa bumi 8,8 SR di Chile 27 Februari 2010 dan yang terdasyat adalah bencana gempa bumi dan tsunami 9,4 SR di Jepang 11 Maret 2011.

Ketika Haiti diguncang gempa bumi berkekuatan 7,0 SR pada 12 Januari 2010 dan menewaskan sekitar 200.000 orang, banyak media massa yang melansir pernyataan Presiden Hugo Chavez kepada surat kabar Spanyol ABC. Dalam berita disebutkan pemimpin Venezuela itu menuduh AS menyebabkan kehancuran di Haiti dengan menguji coba "senjata tektonik". Media massa Venezuela pun melaporkan bahwa gempa bumi ini mungkin terkait dengan projek yang disebut HAARP, sebuah sistem yang dapat menghasilkan perubahan iklim yang tak terduga dan keras.

Dari penelusuran Vivanews.com. yang kemudian dilansir situs web Press TV pada 23 Januari 2010, didapat informasi bersumber dari pangkalan Angkatan Laut Rusia yang mengatakan bahwa gempa bumi Haiti bukan mumi bencana alam, melainkan hasil dari uji coba senjata "pemicu gempa". Bahkan, juga diberitakan pada 9 Januari 2010, uji coba yang sama mengakibatkan gempa sebesar 6,5 SR di dekat Kota Eureka, California, AS, tak ada yang tewas dalam insiden ini, namun sejumlah bangunan dilaporkan rusak.

Salah seorang pakar dari Phillips Geophysics Lab yang ambil bagian dalam projek HAARP pernah mengungkapkan adanya riset yang diarahkan untuk menciptakan perangkat-perang-kat pemicu bencana alam. Menurutdia, AS pernah menggunakan gelombang elektromagnetik berfrekuensi sangat rendah (extremely low frequency, ELF) yang mampu menembus lapisan tanah dan lautan hingga ratusan kilometer di dalam perut bumi. Melalui modifikasi khusus, gelombang itu mampu menggerakkan lempeng tektonik bumi.

Keberadaan senjata jenis ekologi bukanlah fiksi ilmiah. Seorang pakar kesehatan dan lingkungan bernama Dr. Rosalie Bertell mengonfirmasi bahwa militer AS sedang mengerjakan sebuah sistem pengatur cuaca sebagai senjata potensial. Metodenya termasuk mengendalikan badai dan mengatur arah penguapan air di atmosfer bumi untuk menghasilkan banjir di tempat tertentu. Dugaan ini pun diperkuat Marc Fil-terman, mantan pejabat militer Prancis yang mengatakan AS telah memiliki teknologi untuk memanipulasi frekuensi radio untuk melepaskan kondisi cuaca tertentu seperti badai dan topan.

Kontroversi HAARP sebagai senjata telah muncul sejak 1996 lewat sebuah buku Angels Dont Play This HAARP Advances in Tesla Technology yang ditulis Dr. Nick Begich, Jr. dan Jeane Manning. Buku ini merupakan hasil dari proses pencarian kebenaran mereka tentang projek Pentagon yang dibangun secara diam-diam. Projek senilai 30 juta dolar AS ini secara "halus" dinamai HAARP yang dibuat untuk menembakkan lebih dari 1,7 gigawatt daya radiasi ke ionosfer. Secara sederhana, peralatan ini kebalikan dari teleskop radio, hanya mentransmisikan bukan menerima. Ini akan mendidihkan bagian atas atmosfer. Setelah memanasi dan mengganggu ionosfer, radiasi tinggi akan memantul kembali ke bumi dalam bentuk gelombang panjang menembus tubuh kita, tanah, dan lautan.

HAARP adalah sebuah projek bersama antara Angkatan Laut AS, Angkatan Udara AS, DARPA (Defence Advance Research Project Agency), dan Universitas Alaska. Projek ini dimulai pada 1993 dan diproyeksikan selama 20 tahun. Fasilitas ini menempati sisi barat Taman Nasional Wrangell-Saint Elias di Gakona, Alaska. Tujuan resminya untuk mengetahui, menyimulasikan, dan mengontrol proses ionosferik yang akan digunakan untuk meningkatkan kemampuan telekomunikasi dan pengintaian.

Seperti ditulis situs resminya, www.haarp.alaska.edu, perangkat utama yang ada di stasiun HAARP adalah Ionospheric Research Instrument (IRI), sebuah pemancar radio dengan daya dan frekuensi tinggi yang dilengkapi sebanyak 180 antena, rangkaian ini menempati areal seluas 13 hektare.

Ketika diaktifkan, sistem pemancar ini mampu mengirimkan total energi hingga 3,6 juta watt, sinyal ini kemudian akan dipancarkan lewat serangkaian antene langsung menuju ketinggian 100 - 350 km pada volume kecil ionosfer yang memiliki ketebalan beberapa ratus meter dan diameter 10 km. Ionosfer adalah lapisan yang mengelilingi atmosfer bumi bagian atas, lapisan bermuatan listrik tempat cuaca dan iklimberproses.

Intensitas gelombang elektromagnetik frekuensi tinggi yang dipancarkan ke ionosfer ini mencapai 3 mikro-watt/cm persegi. Gangguan kecil akan dihasilkan yang kemudian akan diamati oleh instrumen sains yang terpasang di fasilitas HAARP. Hasil pengamatan ini akan memberi informasi baru untuk memahami proses alamiah ionosfer.

Teknologi pengendalian cuaca memang bukan monopoli AS, fasilitas yang sama seperti HAARP juga dimiliki Rusia namanya Sura Ionospheric Heating Facility terletak dekat Vasilsursk. Sementara Eropa memiliki Eiscat (European Incoherent Scatter Scientific Association) yang terletak di Tromso, Norwegia. Bahkan, menurut Dr. Nick Begich, Jr., Malaysia sudah melakukan kontrak dengan perusahaan modifikasi cuaca Rusia untuk menciptakan sebuah badai yang akan diarahkan untuk menghalau asap dan kabut dari kota-kota di Malaysia tanpa merusak kota di bawahnya.

Dikaskus sendiri juga pernah dibahas tentang H.A.A.R.P, mohon dibuka linknya untuk mengenal apa itu HAARP lebih lanjut.

APA SIH HAARP = http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2044620